Minggu, 03 Juni 2018
MATERI SIK (PENELUSURAN LITERATUR ONLINE)
PENELURUSAN LITERATUR
ONLINE
By Dwi Prihatiningsih, M. Ng.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mencari jurnal
Buat kata-kata kunci: gunakan sinonim dan istilah terkait topik
Gunakan informasi yang sudah diketahui: gunakan reading lists atau referensi yang
ada dalam textbook atau jurnal lain
Lihat pada ensiklopedia atau kamus untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut dengan
kata kunci atau ikhtisar topik
Gunakan kata sambung (Boolean) untuk mempersempit atau memperluas pencarian
Gunakan beberapa database untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik jika
dibutuhkan
Evaluasi hasil pencarian dan sesuaikan pencarian atau coba alat pencarian baru jika
diperlukan.
Gunakan informasi yang sudah diketahui
Apa itu snowballing?
Menggunakan sumber-sumber yang kita miliki untuk mencari sumber-sumber lain
yang relevan dalam topik yang sama.
Pencarian didasarkan pada aspek-aspek (seperti pengarang, referensi, sitasi, kata
kunci, dsb) dari publikasi sebelumnya yang ditemukan.
Bagaimana menggunakannya?
Snowballing dapat dilakukan dengan beberapa cara:
Subject headings
Banyak database memberikan sumber informasi dengan satu atau lebih subject headings.
Subject heading merupakan kata-kata khusus yang menggambarkan topik sebuah buku atau
artikel. Subject heading akan tertulis didalam catatan buku atau artikel dalam database.
Sebagian besar database memiliki list subject heading yang dapat di diklik.
Daftar Referensi
Lihat daftar referensi dan bibliografi dari hasil pencarian untuk mendapatkan hasil tambahan.
Merupakan cara yang sangat baik untuk mendapatkan informasi tambahan pada topik yang
sedang kita cari karena biasanya biasanya sumber-sumber yang digunakan oleh penulis
relevan dengan topik.
2 | P a g e
Disitasi (Dikutip) oleh
Sitasi pada dasarnya adalah snowballing dengan cara terbalik yaitu dengan cara melihat siapa
yang mengkutip sumber tersebut.
Gunakan Kata Kunci, Sinonim, Frase & Subject Heading
Apa itu kata kunci?
Kata kunci adalah kata-kata penting (significant) atau frase yang mendefinisikan topik dengan
sebuah pertanyaan essay. Misalnya, topik tugas sbb:
“Diskusikan akibat media sosial dalam penggunaan grammar pada remaja”,
Kata kucinya yaitu media sosial, grammar, dan remaja.
Kata-kata seperti diskusikan, periksa, dll merupakan kata-kata perintah yang menggambarkan
tugas.
Kata-kata yang and agunakan akan menentukan keberhasilan atau kegagalan pencarian.
Sebelum memulai pencarian, sangat dianjurkan untuk meluangkan waktu untuk
mengidentifikasi kata kunci yang mendefinisikan topik yang akan dicari.
Sinonim
Tidak semua literatur yang anda mau lihat menggunakan kata-kata yang sama persis dengan
apa yang teridentifikasi dalam pertanyaan. Anda dapat meningkatkan hasil pencarian dengan
menggunakan daftar persamaan kata/sinonim dan kata-kata alternatif sebagai kata kunci
yang didapatkan dari pertanyaan topik anda.
Sebagai contoh, sinonim kata kunci diatas adalah:
Media Sosial: Sosial network, Facebook, Twitter
Remaja: muda, cukup umur, mulai dewasa, akil balig
Menggunakan sinonim akan membantu anda untuk mendapatkan hasil pencarian yang lebih
lengkap dari pada hanya menggunakan keyword saja. Gunakan ensiklopedia atau kamus
untuk mencari sinonim atau istilah yang terkait.
Apa itu pencarian frase?
Mengidentifikasi istilah yang dapat dicari sebagai frase akan membuat pencarian lebih fokus
dan menurunkan hasil yang tidak relevan.
Ketika mempertimbangkan kata-kunci yang mendifinisikan topik yang dicari, cobalah untuk
mengidentifikasi dengan menggunakan kata-kata yang umumnya dipahami sebagai frase,
misalnya "Bank Sampah" atau "Racun Tikus". Dengan menggunakan frase ini dengan
quotation marks, komputer akan memberikan hasil yang lebih lebih tepat sesuai dengan frase
yang dituliskan.
Apa itu Subject Headings?
Subject Headings merupakan area dalam record database yang berisi kata-kata atau
frase spesifik untuk mendeskripsikan isi buku atau artikel dalam jurnal. Sebagai
contoh Biology, or Engineering.
Contoh: Library of Congress Subject Headings (LCSH), MEDLINE dan PubMED
menggunakan National Library of Medicine's controlled vocabulary thesaurus MeSH.
3 | P a g e
Gunakan kata hubung untuk mempersempit atau memperluas pencarian
Apa itu Boolean Operator)?
Boolean operator, juga disebut kata penghubung, dengan menggunakan AND/DAN,
OR/ATAU, NOT/TIDAK. Istilah ini dapat ditempatkan diantara kata kunci atau/dan subject
heading untuk memfokuskan/mempersempit pencarian.
AND/DAN digunakan untuk menghubungkan konsep kunci dan memberikan hasil pencarian
yang memuat dua istilah tersebut. Contoh: grammar DAN remaja
Akan menghasilkan pencarian yang memuat kedua istilah grammar dan remaja. Jika sebuah
artikel hanya memiliki satu kata kunci, tidak akan muncul pada hasil pencarian, untuk itu
DAN digunakan untuk mempersempit hasil pencarian.
OR/ATAU digunakan untuk menghubungkan sinonim bersama-sama dan menghasilkan
artikel yang memuat baik satu atau kedua kata kunci. Sebagai contoh: pencarian terhadap
OR muda akan menghasilkan pencarian yang memuat kata remaja atau muda, tetapi tidak
keduanya. Kata ATAU digunakan untuk memperluas hasil pencarian.
NOT/TIDAK digunakan untuk mengeluarkan istilah dari pencarian. Sebagai contoh, jika anda
ingin mencari tentang media sosial tetapi tidak tertarik pada facebook, anda dapat mencari
dengan
"media sosial" TIDAK Facebook
Apapun yang memiliki kata facebook tidak akan tampak dalam hasil pencarian.
Pilih Database
Database Alamat website Username Password
Proquest http://search.proquest.com unisayogya PQ@Unisa2
0PRW7XWCV Pqdikti2011
Cengage http://infotrac.galegroup.com/itweb kpt05051 advance
Ebsco http://search.ebscohost.com
Google Scholar https://scholar.google.co.id/ Ns184771 Password
Sim Perpustakaan http://sim.unisayogya.ac.id/simpttpencarianpustaka/
- -
Website
Perpustakaan
http://lib.unisayogya.ac.id/ - -
Digilib http://opac.unisayogya.ac.id/ - -
Evaluasi hasil pencarian
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengevaluasi hasil pencarian
Terlalu banyak hasil
Gunakan DAN dalam pencarian untuk menghubungkan konsep kunci
Gunakan TIDAK/BUKAN untuk menghilangkan hasil yang tidak relevan
Gunakan pembatasan pencarian untuk membatasi lingkup pencarian. Sebagai contoh,
persempit pencarian dengan menggunakan setting rentang waktu.
Terlalu sedikit hasil
4 | P a g e
Gunakan ATAU untuk menghubungkan sinonim antar kata kunci
Pikirkan lebih banyak sinonim sebagai kata kunci
Periksa penulisan (spelling) kata kunci yang diketikkan
Terdapat kemungkinan bahwa memang hanya sedikit publikasi tentang topik yang
dicari
Langkah-langkah pencarian dengan Google Scholar
1. Pertama, kunjungi situs Google Scholar
2. Lalu, ketikkan kata kunci yang ingin anda cari
3. Gunakan kata hubung DAN/ATAU/TIDAK
4. Setelah itu pilih Custom Range yang ada di sebelah kiri, masukkan rentang waktu tahunyang kamu inginkan, semisal tahun 2010 hingga tahun 2017,5. Klik search untuk memulai pencarian,6. Maka akan ditampilkan beberapa refrensi dari jurnal, makalah hingga karya ilmiah dariluar maupun dalam sesuai dengan tahun atau kata kunci yang sudah kamu tentukansebelumnya,7. Selain itu, kamu pun bisa mengunduh sumber refrensi tersebut ke dalambentuk pdf atau wordBahan bacaan lanjutanhttp://lib.geo.ugm.ac.id/main2/wp-content/uploads/2013/03/Panduan-akses-e-jurnalebsco.pdfReferensiShaheem, Y & Ormsby, T (2017). Top tips for finding high quality scholarly resources. October5, 2017. Flinders Library, Flinders University.http://flinders.libguides.com/ld.php?content_id=30289254Flinders Library (2017). Search Strategies. October 5, 2017. Flinders University.http://flinders.libguides.com/searchstrategieshttp://moreinyourdoor.com/wp-content/uploads/2015/12/google-search.jpg
MATERI PRAKTIKUM SIK 4 (INTERNET SEARCING)
PRAKTIKUM 4
INTERNET SEARCHING
Meskipun Google menyediakan banyak fitur pencarian, tidak banyak dari pengguna yang
menggunakannya pada saat melakukan pencarian informasi. Akhirnya pengguna terkena badai
tsunami informasi dari Google yang akhirnya membuat pengguna bingung sendiri, bahkan tidak
jarang baris terakhir tidak pernah terjamah, sehingga diperlukan pengetahuan mengenai teknik
pencarian yang efektif.
Secara umum, jenis pencarian di Google ada dua: Basic Search dan Advanced Search. Basic
Search adalah fitur pencarian yang sudah biasa digunakan yaitu ketika mengakses langsung
google.com.
Sedangkan Advanced Search menyediakan berbagai pilihan fitur pencarian baik untuk operator
dasar, file format yang ingin dicari, bahasa, region, dsb.
Sebenarnya masih sangat banyak fitur pencarian yang bisa digunakan, tapi tidak terdapat di menu
pilihan Advanced Search, dengan kata lain harus memasukannya query di form pencarian di Basic
Search langsung.
FITUR PENCARIAN DASAR
1. AND: (dan)
Mencari informasi yang mengandung kedua kata yang dicari. Bisa menggunakan salah satu
dari tiga alternatif berikut:
ukiran jepara
ukiran AND jepara
ukiran+jepara
2. OR: (atau)
Mencari informasi yang mengandung salah satu dari kedua kata. Bisa menggunakan salah
satu dari dua alternatif berikut:
tahu OR tempe
tahu | tempe
21
3. FRASE:
Mencari informasi yang mengandung frase yang dicari dengan menggunakan tanda “”.
Contoh:
“perangkat lunak”
4. NOT: (negasi)
Hasil pencarian mengandung kata yang di depan, tapi tidak yang dibelakang minus (-).
Contoh di bawah akan mencari informasi yang mengandung kata ikan tapi bukan bandeng.
ikan -bandeng
5. SINONIM (~):
Mencari kata beserta sinonim-sinonimnya. Contoh di bawah akan membawa hasil
pencarian: kendaraan (car) dan sinonim-sinonimnya.
~car
6. ASTERIK (*):
Karakter pengganti kata. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat bisa: ayam bakar pedas,
ayam goreng pedas, ayam masak pedas, dsb
ayam * pedas
7. TANDA TITIK (.):
Karakter pengganti huruf, angka dan karakter tunggal. Dari contoh di bawah, hasil yang
didapat bisa: kopi, koki, kodi, dsb
ko.i
8. CASE INSENSITIVE:
Pencarian di Google menganggap kapital dan bukan kapital sebagai sesuatu yang sama.
Jadi, romi satria wahono, Romi Satria Wahono, atau RoMi SaTrIA waHoNo akan
membawa hasil pencarian yang sama
9. PENGABAIAN KATA:
Google mengabaikan keyword berupa karakter tunggal dan kata-kata berikut: a, about, an,
and, are, as, at, b, by, from, how, i , in, is, it, of, on, or, that, the, this, to, we, what, when,
where, which, with. Apabila kita masih tetap menginginkan pencarian kata tersebut, bisa
dengan menggunakan karakter + di depan kata yang dicari (contoh: Star Wars Episode +I),
atau bisa juga dengan menganggapnya sebagai frase (contoh: “Star Wars Episode I”)
10.I’M FEELING LUCKY: Akan membawa langsung menuju ke hasil pencarian pertama
dari query.
FITUR PENCARIAN LANJUT
1. DEFINE:
Mencari definisi dari sebuah terminologi. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat adalah
berbagai definisi tentang e-learning dari berbagai sumber
define:e-learning
2. CACHE:
Menampilkan situs web yang telah diindeks oleh Google meskipun sudah tidak aktif lagi.
Contoh di bawah akan menghasilkan pencarian kata php pada situs ilmukomputer.com yang
ada di indeks Google.
cache:ilmukomputer.com php
3. LINK:
Menampilkan daftar link yang mengarah ke sebuah situs. Contoh di bawah akan
menampilkan daftar link yang mengarah ke situs ilmukomputer.com
link:ilmukomputer.com
4. RELATED:
Menampilkan daftar situs yang serupa, mirip atau memiliki hubungan dengan suatu situs
related:romisatriawahono.net
5. INFO:
Menampilkan informasi yang Google ketahui tentang sebuah situs
info:romisatriawahono.net
6. SITE:
22
Menampilkan pencarian khusus di suatu situs yang ditunjuk
java site:ilmukomputer.com
7. FILETYPE:
Menampilkan hasil pencarian berupa suatu jenis (ekstensi) file tertentu. Jenis file yang bisa
dicari adalah: doc, xls, rtf, swf, ps, lwp, wri, ppt, pdf, mdb, txt, dsb. Contoh di bawah akan
menampilkan hasil pencarian berupa file PDF yang mengandung keyword software
engineering
software engineering filetype:pdf
8. ALLINTITLE:
Menampilkan seluruh kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan
menghasilkan halaman yang memiliki title java programming. allintitle ini tidak dapat
digabungkan dengan operator (sintaks) lain. Gunakan intitle untuk keperluan itu.
allintitle:java programming
9. INTITLE:
Menampilkan satu kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan
menghasilkan halaman yang memiliki title java dan isi halaman yang mengandung kata
enterprise
intitle:java enterprise
10.ALLINURL:
Menampilkan seluruh kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasilkan
daftar URL yang mengandung kata java dan programming. allinurl ini tidak dapat
digabungkan dengan operator (sintaks) lain. Gunakan inurl untuk keperluan itu.
allinurl:java programming
11.INURL:
Menampilkan satu kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasilkan
daftar URL yang mengandung kata java dan isi halaman yang mengandung kata enterprise
inurl:java enterprise
Pencarian yang dilakukan akan semakin efektif apabila beberapa operator digabungkan, misalnya,
ingin dicari file-file PDF yang ada di situs www.pdii.lipi.go.id. Maka gabungkan dua operator
menjadi:
filetype:pdf site:www.pdii.lipi.go.id
sumber: http://info-utama.blogspot.com
Kesimpulan praktek 4
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
Saran Materi:
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
23
INTERNET SEARCHING
Meskipun Google menyediakan banyak fitur pencarian, tidak banyak dari pengguna yang
menggunakannya pada saat melakukan pencarian informasi. Akhirnya pengguna terkena badai
tsunami informasi dari Google yang akhirnya membuat pengguna bingung sendiri, bahkan tidak
jarang baris terakhir tidak pernah terjamah, sehingga diperlukan pengetahuan mengenai teknik
pencarian yang efektif.
Secara umum, jenis pencarian di Google ada dua: Basic Search dan Advanced Search. Basic
Search adalah fitur pencarian yang sudah biasa digunakan yaitu ketika mengakses langsung
google.com.
Sedangkan Advanced Search menyediakan berbagai pilihan fitur pencarian baik untuk operator
dasar, file format yang ingin dicari, bahasa, region, dsb.
Sebenarnya masih sangat banyak fitur pencarian yang bisa digunakan, tapi tidak terdapat di menu
pilihan Advanced Search, dengan kata lain harus memasukannya query di form pencarian di Basic
Search langsung.
FITUR PENCARIAN DASAR
1. AND: (dan)
Mencari informasi yang mengandung kedua kata yang dicari. Bisa menggunakan salah satu
dari tiga alternatif berikut:
ukiran jepara
ukiran AND jepara
ukiran+jepara
2. OR: (atau)
Mencari informasi yang mengandung salah satu dari kedua kata. Bisa menggunakan salah
satu dari dua alternatif berikut:
tahu OR tempe
tahu | tempe
21
3. FRASE:
Mencari informasi yang mengandung frase yang dicari dengan menggunakan tanda “”.
Contoh:
“perangkat lunak”
4. NOT: (negasi)
Hasil pencarian mengandung kata yang di depan, tapi tidak yang dibelakang minus (-).
Contoh di bawah akan mencari informasi yang mengandung kata ikan tapi bukan bandeng.
ikan -bandeng
5. SINONIM (~):
Mencari kata beserta sinonim-sinonimnya. Contoh di bawah akan membawa hasil
pencarian: kendaraan (car) dan sinonim-sinonimnya.
~car
6. ASTERIK (*):
Karakter pengganti kata. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat bisa: ayam bakar pedas,
ayam goreng pedas, ayam masak pedas, dsb
ayam * pedas
7. TANDA TITIK (.):
Karakter pengganti huruf, angka dan karakter tunggal. Dari contoh di bawah, hasil yang
didapat bisa: kopi, koki, kodi, dsb
ko.i
8. CASE INSENSITIVE:
Pencarian di Google menganggap kapital dan bukan kapital sebagai sesuatu yang sama.
Jadi, romi satria wahono, Romi Satria Wahono, atau RoMi SaTrIA waHoNo akan
membawa hasil pencarian yang sama
9. PENGABAIAN KATA:
Google mengabaikan keyword berupa karakter tunggal dan kata-kata berikut: a, about, an,
and, are, as, at, b, by, from, how, i , in, is, it, of, on, or, that, the, this, to, we, what, when,
where, which, with. Apabila kita masih tetap menginginkan pencarian kata tersebut, bisa
dengan menggunakan karakter + di depan kata yang dicari (contoh: Star Wars Episode +I),
atau bisa juga dengan menganggapnya sebagai frase (contoh: “Star Wars Episode I”)
10.I’M FEELING LUCKY: Akan membawa langsung menuju ke hasil pencarian pertama
dari query.
FITUR PENCARIAN LANJUT
1. DEFINE:
Mencari definisi dari sebuah terminologi. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat adalah
berbagai definisi tentang e-learning dari berbagai sumber
define:e-learning
2. CACHE:
Menampilkan situs web yang telah diindeks oleh Google meskipun sudah tidak aktif lagi.
Contoh di bawah akan menghasilkan pencarian kata php pada situs ilmukomputer.com yang
ada di indeks Google.
cache:ilmukomputer.com php
3. LINK:
Menampilkan daftar link yang mengarah ke sebuah situs. Contoh di bawah akan
menampilkan daftar link yang mengarah ke situs ilmukomputer.com
link:ilmukomputer.com
4. RELATED:
Menampilkan daftar situs yang serupa, mirip atau memiliki hubungan dengan suatu situs
related:romisatriawahono.net
5. INFO:
Menampilkan informasi yang Google ketahui tentang sebuah situs
info:romisatriawahono.net
6. SITE:
22
Menampilkan pencarian khusus di suatu situs yang ditunjuk
java site:ilmukomputer.com
7. FILETYPE:
Menampilkan hasil pencarian berupa suatu jenis (ekstensi) file tertentu. Jenis file yang bisa
dicari adalah: doc, xls, rtf, swf, ps, lwp, wri, ppt, pdf, mdb, txt, dsb. Contoh di bawah akan
menampilkan hasil pencarian berupa file PDF yang mengandung keyword software
engineering
software engineering filetype:pdf
8. ALLINTITLE:
Menampilkan seluruh kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan
menghasilkan halaman yang memiliki title java programming. allintitle ini tidak dapat
digabungkan dengan operator (sintaks) lain. Gunakan intitle untuk keperluan itu.
allintitle:java programming
9. INTITLE:
Menampilkan satu kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan
menghasilkan halaman yang memiliki title java dan isi halaman yang mengandung kata
enterprise
intitle:java enterprise
10.ALLINURL:
Menampilkan seluruh kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasilkan
daftar URL yang mengandung kata java dan programming. allinurl ini tidak dapat
digabungkan dengan operator (sintaks) lain. Gunakan inurl untuk keperluan itu.
allinurl:java programming
11.INURL:
Menampilkan satu kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasilkan
daftar URL yang mengandung kata java dan isi halaman yang mengandung kata enterprise
inurl:java enterprise
Pencarian yang dilakukan akan semakin efektif apabila beberapa operator digabungkan, misalnya,
ingin dicari file-file PDF yang ada di situs www.pdii.lipi.go.id. Maka gabungkan dua operator
menjadi:
filetype:pdf site:www.pdii.lipi.go.id
sumber: http://info-utama.blogspot.com
Kesimpulan praktek 4
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
Saran Materi:
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
23
MATERI PARAKTIKUM SIK 5 (BERBAGI DI DUNIA MAYA)
PRAKTIKUM 5
BERBAGI DI DUNIA MAYA
Kebutuhan:
Koneksi Internet, Perambah Internet dan Materi
Pengantar:
Memiliki akun pada jaringan Google berarti pengguna dapat menggunakan semua fitur yang
ditawarkan oleh Google dengan cuma-cuma, diantaranya: email (gmail), video (youtube), mesin
pencarian (google), jejaring sosial (one), perkantoran maya (google docs) dan lain-lain.
Sebelum memulai, silakan baca hingga langkah ke-2, kemudian tentukan mana yang mau
dijalankan.
Praktek 5.1: mendaftar atau mendapatkan akun baru di jaringan Google
1. Mendaftar dari www.gmail.com dengan cara klik “Sign up for a new Google Account” atau
dengan kalimat sejenis untuk mendaftar, kemudian akan masuk ke halaman pembuatan
akun Google. Isi sesuai dengan keterangan, koreksi apabila ada kesalahan, kemudian klik
tombol “I agree. Create my account”.
24
25
2. Alternatif yang lain adalah dengan cara mendaftar di www.blogger.com. Silakan memilih
www.gmail.com atau www.blogger.com
26
Praktek 5.2: berbagi melalui Blogger
1. Setelah akun berhasil dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat blog untuk berbagi
materi dengan orang lain. Buka www.blogger.com. Isi Email dan Password yang sudah
dibuat pada saat pendaftaran. Klik “Sign in”. Hindari mencentang “Stay signed in” ketika
menggunakan komputer publik.
27
2. Apabila belum pernah menulis di blog sebelumnya, maka pengguna akan dihadapkan pada
sebuah halaman pendaftaran blogger yang hanya akan muncul sekali saja.
28
3. Klik “Ciptakan Blog Anda” untuk mulai menulis.
4. Beri judul “Percobaan”, kemudian ketikkan “Ini adalah posting percobaan”. Klik simbol
“Link”, kemudian akan muncul jendela baru “Edit Link”. Isi sesuai dengan yang tampil
pada gambar di bawah ini.
29
5. Klik tombol “Tambah” pada “Lokasi” untuk memberikan lokasi, bisa lokasi penulisan,
lokasi peristiwa atau lokasi apapun. Isi label dengan kata kunci (keyword) tulisan yang
dibuat, boleh lebih dari satu. Klik “Terbitkan Entri”
30
Tugas!
Jelaskan masing-masing pilihan pada “Post Options”!
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
6. Untuk penulisan berikutnya dapat dilakukan dengan cara klik tombol “Entri Baru”.
Kesimpulan praktek 5.1 dan 5.2
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
31
Praktek 5.2: berbagi melalui Youtube
1. Buka www.youtube.com. Isi Email dan Password yang sudah dibuat pada saat pendaftaran.
Klik “Sign in”, kemudian akan beralih ke halaman muka.
32
2. Pada halaman muka, pilih “Upload” untuk memulai berbagi video. Namun, apabila belum
pernah mengunggah sebelumnya, maka pengguna wajib untuk membuat kanal terlebih
dahulu, seperti pada gambar di bawah ini. Kelik “Next!”.
3. Pilih salah satu metode unggah video.
33
Tugas!
Jelaskan masing-masing metode menggunggah video!
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
4. Gambar di bawah ini adalah tampilan apabila memilih metode “Select files from your
computer”.
34
5. Langkah terakhir adalah memberikan informasi pendukung.
Kesimpulan praktek 5.3
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
Saran Materi:
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
35
BERBAGI DI DUNIA MAYA
Kebutuhan:
Koneksi Internet, Perambah Internet dan Materi
Pengantar:
Memiliki akun pada jaringan Google berarti pengguna dapat menggunakan semua fitur yang
ditawarkan oleh Google dengan cuma-cuma, diantaranya: email (gmail), video (youtube), mesin
pencarian (google), jejaring sosial (one), perkantoran maya (google docs) dan lain-lain.
Sebelum memulai, silakan baca hingga langkah ke-2, kemudian tentukan mana yang mau
dijalankan.
Praktek 5.1: mendaftar atau mendapatkan akun baru di jaringan Google
1. Mendaftar dari www.gmail.com dengan cara klik “Sign up for a new Google Account” atau
dengan kalimat sejenis untuk mendaftar, kemudian akan masuk ke halaman pembuatan
akun Google. Isi sesuai dengan keterangan, koreksi apabila ada kesalahan, kemudian klik
tombol “I agree. Create my account”.
24
25
2. Alternatif yang lain adalah dengan cara mendaftar di www.blogger.com. Silakan memilih
www.gmail.com atau www.blogger.com
26
Praktek 5.2: berbagi melalui Blogger
1. Setelah akun berhasil dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat blog untuk berbagi
materi dengan orang lain. Buka www.blogger.com. Isi Email dan Password yang sudah
dibuat pada saat pendaftaran. Klik “Sign in”. Hindari mencentang “Stay signed in” ketika
menggunakan komputer publik.
27
2. Apabila belum pernah menulis di blog sebelumnya, maka pengguna akan dihadapkan pada
sebuah halaman pendaftaran blogger yang hanya akan muncul sekali saja.
28
3. Klik “Ciptakan Blog Anda” untuk mulai menulis.
4. Beri judul “Percobaan”, kemudian ketikkan “Ini adalah posting percobaan”. Klik simbol
“Link”, kemudian akan muncul jendela baru “Edit Link”. Isi sesuai dengan yang tampil
pada gambar di bawah ini.
29
5. Klik tombol “Tambah” pada “Lokasi” untuk memberikan lokasi, bisa lokasi penulisan,
lokasi peristiwa atau lokasi apapun. Isi label dengan kata kunci (keyword) tulisan yang
dibuat, boleh lebih dari satu. Klik “Terbitkan Entri”
30
Tugas!
Jelaskan masing-masing pilihan pada “Post Options”!
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
6. Untuk penulisan berikutnya dapat dilakukan dengan cara klik tombol “Entri Baru”.
Kesimpulan praktek 5.1 dan 5.2
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
31
Praktek 5.2: berbagi melalui Youtube
1. Buka www.youtube.com. Isi Email dan Password yang sudah dibuat pada saat pendaftaran.
Klik “Sign in”, kemudian akan beralih ke halaman muka.
32
2. Pada halaman muka, pilih “Upload” untuk memulai berbagi video. Namun, apabila belum
pernah mengunggah sebelumnya, maka pengguna wajib untuk membuat kanal terlebih
dahulu, seperti pada gambar di bawah ini. Kelik “Next!”.
3. Pilih salah satu metode unggah video.
33
Tugas!
Jelaskan masing-masing metode menggunggah video!
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
4. Gambar di bawah ini adalah tampilan apabila memilih metode “Select files from your
computer”.
34
5. Langkah terakhir adalah memberikan informasi pendukung.
Kesimpulan praktek 5.3
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
Saran Materi:
…..........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
35
Sabtu, 02 Juni 2018
Holaaa...
Halo..
Selamat datang di blog pribadi saya, ini adalah blog pertama untuk saya,semoga tidak ada yang kedua, ketiga ataupun yang ke ke yang lainnya hehe..
Berbicara tentang blog, jujur saya masih belum faham dengan yang namanya blog ini cara penggunaannya tapi disini saya mencoba saja ya, karena dari pada penasaran ya mending nyoba, siapa tau tertarik dan siap untuk menggeluti dunia perblog-an ini, tadinya saya tidak punya fikiran untuk memuat blog semacam ini, tapi setelah mendapat pencerahan dari salah satu dosen yang mengampu mata kuliah SIK tadi pagi akhirnya saya mulai mempunyai fikiran untuk membuat blog ini. ya isinya sih masih belum jelas saya mau bawa kemana ini blog, tapi hal yang pertama yang ada dibenak saya adalah bagaimana saya bisa membantu teman-teman saya yang sedang menempuh pendidikan di keperawatan merasa terbantu dengan tugas-tugas mereka yang didapat dari dosen, ya karena saya mahasiswa perawat juga, ibaratnya bisa saling berbagi gitun ya.. yang saya publikasikan nantinya adalah hasil tugas atau kerja saya maupun kelompok saya nantinya, semoga bisa menjadi bahan sharing ya, semangat, SALAM SUPER..
Selamat datang di blog pribadi saya, ini adalah blog pertama untuk saya,semoga tidak ada yang kedua, ketiga ataupun yang ke ke yang lainnya hehe..
Berbicara tentang blog, jujur saya masih belum faham dengan yang namanya blog ini cara penggunaannya tapi disini saya mencoba saja ya, karena dari pada penasaran ya mending nyoba, siapa tau tertarik dan siap untuk menggeluti dunia perblog-an ini, tadinya saya tidak punya fikiran untuk memuat blog semacam ini, tapi setelah mendapat pencerahan dari salah satu dosen yang mengampu mata kuliah SIK tadi pagi akhirnya saya mulai mempunyai fikiran untuk membuat blog ini. ya isinya sih masih belum jelas saya mau bawa kemana ini blog, tapi hal yang pertama yang ada dibenak saya adalah bagaimana saya bisa membantu teman-teman saya yang sedang menempuh pendidikan di keperawatan merasa terbantu dengan tugas-tugas mereka yang didapat dari dosen, ya karena saya mahasiswa perawat juga, ibaratnya bisa saling berbagi gitun ya.. yang saya publikasikan nantinya adalah hasil tugas atau kerja saya maupun kelompok saya nantinya, semoga bisa menjadi bahan sharing ya, semangat, SALAM SUPER..
ASKEP PADA ANAK DENGAN DEMAM THYPOID Oleh : MUKHRODIN
BAB I
PEMBAHASAN KASUS
A.
SKENARIO
Seorang
anak laki-laki berusia 8 tahun baru saja dirawat di Bangsal Anak RS. Hasil
anamnesis,orang tua anak mengatakan bahwa ia menderita demam khususnya sore dan
malam hari sejak 7 hari yang lalu, anak hanya makan sedikit,dalam 3 hari ini
tiap makan hanya habis 3 sendok, tetapi mainumnya seperti biasa. Kalau anak
beraktivitas turun dari tempat tidur,anak menjadi demam. Keluarga mengatakan
bahwa anaknya baru sekali ini dirawat di RS. Orang tua mengatakan bahwa mereka
pasrah menerima hospitalisasi anaknya dan menganggapnya sebagai takdir tuhan.
Dari
anamnesa kepada anak: anak mengeluh pusing, lemas dan mual. Sudah 4 hari tidak
buang air besar. Anak mengeluh nyeri pada perut.
Dari
hasil pemeriksaan fisik didapatkan, keadaan umum : Sadar penuh (compos mentis),
anak lemah, lidahnya kotor. Hasil pemeriksaan fisik lain menunjukan BB=20kg, TB
= 120 cm. Suhu = 39oC. Nadi = 98 kali/menit, respirasi = 24
kali/menit. Tekanan darah = 110/70 mmHg. Turgor kulit kembali segera , membran
mukosa lemba. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan : Haemoglobin:
12,2gr/dl, Haematokrit: 37%,trombosit:210.00 / mm3, Leukosit 9500/ul, Salmonela typhi O = 1/160,
Salmonela typhi H = 1/80, Salomonela paratyphi = 1/180.
Diagnosis
medis Demam Typhoid. Terapi/instruksi medis yang diberikan saat ini : injeksi
intravena Kemicetin 4 X 400mg,cairan intravena KaEn 3A 1500 ml/24 jam.
B.
KATA
KUNCI
1. Kemicetine
IV : obat yg digunakan utk mengobati infeksi berat penyakit typhus serta
peradangan selaput otak.
2. -Salmonella
typhi O : Uji widal utk mendeteksi bakteri salmonella yg menyebabkan penyakit
typhoid, menggunakan antigen O somatik & utk memperlihatkan reaksi
antibodi.
-Salmonella
typhi H : Menggunakan antigen H flagella.
-Salmonella Paratyphi : Infeksi bakteri
salmonella yg menyebabkan peradangan usus dan demam paratyphoid.
3. IV
KaEn 3A : Untuk menyalurkan dan memelihara keseimbangan air & elektrolit pd
keadaan dimana asupan makanan tdk cukup. Mengandung kalium 10 mEq/l.
4. Demam
typhoid : penyakit yg terjadi akibat mengkonsumsi makanan yg terkontaminasi
oleh infeksi bakteri salmonella typhi.
C.
PERTANYAAN
PRINSIP DAN JAWABAN PERTANYAAN
1. Kenapa
pd kasus typhus kebanyakan demam meningkat pd malam hari ?
a. Jawab
: Demam meningkat pd malam hari krn pd malam hari metabolisme tubuh menurun.
2. Apa
yg menyebabkan anak menjadi demam ketika beraktivitas/turun dr tempat tidur?
a. Jawab
: Krn pd saat beraktivitas menyebabkan berkurangnya energi shg pasien terasa
lelah.
3. Apa
hubungan demam typhoid menyebabkan anak tidak bisa buang air besar?
a. Jawab
: Bakteri salmonella
4. Apa
yg menyebabkan lidah anak mjd kotor sedangkan anak jarang makan?
a. Jawab
: Krn anak tidak nafsu makan & muntah shg meninggalkan kotoran dimulut,
infeksi bakteri salmonella.
5. Apa
penyebab anak mjd pusing, lemas, mual dan nyeri pd perut?
a. Jawab
: Krn menyerang limpa menyebabkan peradangan usus shg nyeri pd perut dan mual.
6. Tindakan
perawat untuk memotivasi keluarga pasien yg pasrah?
a. Jawab
: Memotivasi keluarga bahwa masih ada cara penyembuhan, yakin bahwa anak tsb
akan sembuh, memberikan edukasi tentang penyakit anak, memberikan pengertian pd
keluarga bahwa hospitalisasi tdk menghambat hub.orangtua & anak, orangtua
harus memberikan dukungan pd anak.
7. Komplikasi
demam typhoid?
a. Jawab
: perdarahan, perforasi/lubang pd usus, peritonitis/infeksi selaput rongga
perut, tifoid toksik, gangguan mental hebat/penurunan kesadaran, pneumonia,
syok septic, kejang.
8. Tanda
gejala lain dr demam typhoid?
a. Jawab
: perut bengkak, ruam pd tubuh, nyeri otot, batuk kering, berkeringat, sakit
kepala, gangguan kesadaran, gangguan saluran pencernaan, pembesaran hati &
limpa, BAB berdarah, diare, kembung, muntah, pegal-pegal, demam tinggi.
9. Penatalaksanaan
demam typhoid?
a. Jawab
: Memberikan diet tinggi serat, tirah baring, hygine diperhatikan terutama
mulut, frekuensi makan sedikit tapi sering, makanan lunak.
10. Bagaimana
penularan bakteri salmonella?
a. Jawab
: Air yg sudah terkontaminasi bakteri, alat yg terkontaminasi bakteri
salmonella, tidak mencuci tangan, tinja & urin.
D. TUJUAN BELAJAR/ LO
Demam
Typhoid :
1.
Untuk mengetahui Definisi
2.
Untuk mengetahui Etiologi
3.
Untuk mengetahui Patofisiologi
4.
Untuk mengetahui Manifestasi klinis
5.
Untuk mengetahui Penatalaksanaan medis
& non medis
6.
Untuk mengetahui Pemeriksaan penunjang
7.
Untuk mengetahui Pengobatan
8.
Untuk mengetahui Komplikasi
9.
Pathways
10.
Asuhan Keperawatan
E. INFORMASI TAMBAHAN
PATHWAYS
DEMAM TYPHOID

BAB II
PEMBAHASAN TEORI
A. DEFINISI DEMAM TYPHOID
Demam typhoid adalah suatu penyakit
infeksi oleh bakteri Salmonella typhii dan bersifat endemik yang termasuk dalam
penyakit menular (Cahyono,2010). Demam typhoid atau sering disebut dengan tifus
abdominalis adalah penyakit infeksi akut
pada saluran pencernaan yang berpotensi menjadi penyakit multi sistemik yang disebabkan oleh
salmonella typhi (Muttaqin, A & Kumala, S. 2011).
Demam typhoid atau Typhoid Fever
ialah suatu sindrom sistemik terutama disebabkan oleh Salmonella typhi. Demam
typhoid merupakan jenis terbanyak dari salmonelosis.Jenis lain dari demam
enterik adalah demam paratifoid yang disebabkan oleh S. paratyphi A, S. schottmuelleri (semula S. paratyphi B), dan S.
Hirschfeldii (semula S. paratyphi C).
Demam Typhoid memperlihatkan gejala lebih berat dibandingkan demam enterik yang
lain (Widagdo, 2011).
B.
EPIDEMIOLOGI DEMAM TYPHOID
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang
dijumpai di seluruh dunia, secara luas di daerah tropis dan subtropis terutama
di daerah dengan kualitas sumber air yang tidak memadai dengan standar higienis
dan sanitasi yang rendah yang mana di Indonesia dijumpai dalam keadaan endemis
(Putra A., 2012).
Dari laporan World Health Organization (WHO) pada tahun 2003 terdapat 17 juta kasus demam tifoid per tahun di dunia dengan jumlah kematian mencapai 600.000 kematian dengan Case Fatality Rate (CFR = 3,5%).
Insidens rate penyakit demam tifoid di daerah endemis berkisar antara 45 per
100.000 penduduk per tahun sampai 1.000 per 100.000 penduduk per tahun. Tahun
2003 insidens rate demam tifoid di Bangladesh 2.000 per 100.000 penduduk per
tahun. Insidens rate demam tifoid di negara Eropa 3 per 100.000 penduduk, di Afrika yaitu 50 per 100.000 penduduk dan di Asia 274 per 100.00
penduduk (crum,2004). Indisens rate di Indonesia masih
tinggi yaitu 358 per 100.000 penduduk pedesaan dan 810 per 100.000 penduduk
perkotaan per tahun dengan rata-rata kasus per tahun 600.000 – 1.500.000
penderita. Angka kematian demam tifoid di Indonesia masih tinggi dengan CFR
sebesar 10%.
C. ETIOLOGI
DEMAM TYPHOID
Menurut Widagdo (2011), penyebab dari demam typhoid adalah salmonella typhi, termasuk dalamgenus salmonella yang tergolong dalam famili enterobacteriaceae. Salmonela bersifat bergerak, berbentuk batang, tidak membentuk spora,
tidak berkapsul, gram (-). Tahan terhadap berbagai bahan kimia, tahan beberapa hari/ minggu pada
suhu kamar, bahan limbah, bahan makanan kering, bahan farmasi dan tinja.
Salmonela mati pada suhu 54.4º C dalam 1 jam,
atau 60º C dalam 15 menit. Salmonela mempunyai antigen O (stomatik), adalah
komponen dinding sel dari lipopolisakarida yang stabil pada panas, dan anti gen
H (flagelum) adalah protein yang
labil terhadap panas. Pada S. typhi,
juga pada S. Dublin dan S. hirschfeldii terdapat anti gen Vi
yaitu poli sakarida kapsul.
Menurut Sodikin (2011), penyebab penyakit demamtyphoid adalah jenis salmonella thyposha, kuman ini
memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.
Hasil gram negatif yang bergerarak
dengan bulu getar dan tidak berspora.
2.
yang terdiri atas zat kompleks
lipopolisakarida), antigen H (flagella),
dan antigen Vi. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratoriun pasien, biasanya
terdapat zat anti (aglutinin)
terhadap ketiga macam antigen tersebut.
Bakteri ini berbentuk batang, gram negatif,
tidak membentuk spora, motil,berkapsul dan mempunyai flagela (bergerak dengan
rambut getar). Bakteri ini dapat hidup sampai beberapa minggu di alam bebas
seperti di dalam air, es, sampah dan debu. Bakteri ini dapat mati dengan
pemanasan (suhu 600C) selama 15 – 20 menit, pasteurisasi, pendidihan
dan khlorinisasi (Rahayu E., 2013).
Manusia terinfeksi Salmonella typhi secara fekal-oral. Tidak selalu Salmonella typhi yang masuk ke saluran
cerna akan menyebabkan infeksi karena untuk menimbulkan infeksi, Salmonella typhi harus dapat mencapai
usus halus. Sekitar
3-5 persen orang menjadi pembawa bakteri setelah terinfeksi. Sedangkan orang
lain yang terinfeksi mampu menderita penyakit yang sangat ringan bahkan tidak
tampak sakit. Orang-orang ini dapat menjadi operator bakteri jangka panjang
(penular bakteri) meskipun mereka tidak memiliki gejala dan menjadi sumber
wabah baru demam tifoid selama bertahun-tahun. Orang yang terinfeksi penyakit akut dapat mencemari pasokan air di
sekitarnya.
D. PATOFISIOLOGI DEMAM TYPHOID
Kuman salmonella typhi yang masuk ke saluran gastrointestinal akan di
telan oleh sel-sel fagosit ketika masuk melewati mukosa dan oleh makrofag yang
ada di dalam laminaprophia. Sebagian dari salmonella
typhi ada yang dapat masuk ke usus halus mengadakan invaginasi kejarinagn
limfoid usus halus (lakpeyer) dan jaringan limfoid mesenterika.Kemudian salmonella typhi masuk melalui folikel
limfa ke saluran limphatik dan sirkulasi darah sistemik sehingga terjadi
bakterimia. Bakterimia pertama-tama menyerang sistem retikulo endothelial (RES)
yaitu : hati, limpa, dan tulang, kemudian selanjutnya mengenai seluruh organ di
dalam tubuh antara lain sistem saraf pusat, ginjal, dan jaringan limpa (Curtis,
2006 dalam Muttaqin & Sari, 2011).
Pada akhir minggu pertama infeksi,
terjadi nekrosis dan tukak.Tukak ini lebih besar di ileum dari pada di kolon
sesuai dengan ukuran plakpeyer yang ada disana.Kebanyakan tukaknya dangkal,
tetapi kadang lebih dalam sampai menimbulkan perdarahan.Perforasi terjadi pada
tukak yang menembus serosa.Setelah penderita sembuh, biasanya ulkus membaik
tanpa meninggalkan jaringan parut dan fibrosis (Brusch, 2009 dalam Muttaqin
& Sari, 2011).
Masuknya kuman kedalam intestinal terjadi pada
minggu pertama dengan tanda dan gejala suhu tubuh naik turun khususnya suhu
akan naik pada malam hari dan akan menurun menjelang pagi hari. Demam yang
terjadi pada masa ini di sebut demam
interminten (suhu yang tinggi, naik turun, dan turunnya dapat mencapai
normal). Disamping peningkatan suhu tubuh, juga akan terjadi obstipasi sebagai
akibat penurunan motilitas suhu, namun hal ini tidak selalu terjadi dan dpat
pula terjadi sebalinya. Setelah kuman melewati fase awal intestinal, kemudian
masuk ke sirkulasi sistemik dengan tanda peningkatan suhu tubuh yang sangat
tinggi dan tanda-tanda infeksi pada ERS seperti nyeri perut kanan atas,
splenomegali, dan hepatomegali (Chaterjee, 2009 dalam Muttaqin & Sari, 2011).
Setelah masuk ke saluran cerna dan mencapai
usus halus, Salmonella typhi akan
ditangkap oleh makrofag di usus halus dan memasuki peredaran darah, menimbulkan
bakteremia primer. Selanjutnya, Salmonella
typhi akan mengikuti aliran darah hingga sampai di kandung empedu. Bersama dengan
sekresi empedu ke dalam saluran cerna, Salmonella
typhi kembali memasuki saluran cerna dan akan menginfeksi Peyer’s patches, yaitu jaringan limfoid
yang terdapat di ileum, kemudian kembali memasuki peredaran darah, menimbulkan
bakteremia sekunder. Pada saat terjadi bakteremia sekunder, dapat ditemukan
gejala-gejala klinis dari demam tifoid (Salyers dan Whitt,2002)
E.
TANDA DAN GEJALA
Pada minggu pertama gejala klinis penyakit ini
ditemukan keluhan dan gejala serupa dengan penyakit infeksi akut lain yaitu
demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstipasi
atau diare, perasaan tidak enak diperut, batuk dan epistaksis. Pada pemeriksaan
fisik hanya didapatkan suhu badan meningkat. Sifat demam adalah meningkat
perlahan – lahan terutama pada sore hari hingga malam hari. (Perhimpunan Dokter
Spesial Penyakit dalam Indonesia, 2014)
Masa tunas 7-14 hari, selama inkubasi ditemukan
gejala prodromal ( gejala awal tumbuhnya penyakit/gejala yang tidak khas )
yaitu:
1.
Perasaan tidak enak badan
2.
Nyeri
kepala
3.
Pusing
4.
Diare
5.
Anoreksia
6.
Batuk
7.
Nyeri
otot
8.
Muncul gejala klinis yang lain
Demam berlangsung 3 minggu. Minggu
pertama: demam ritmen, biasanya menurun pagi hari, dan meningkat pada sore dan
malam hari. Minggu kedua : demam terus. Minggu ketiga : demam mulai turun
secara berangsur-angsur, gangguan pada saluran pencernaan, lidah kotor yaituditutupi selaput kecoklatan kotor,
ujung dan tepi kemerahan, jarang disertai tremor, hati dan limpa membesar yang
nyeri pada perabaan, gangguan pada kesadaran, kesadaran yaitu apatis-samnolen.
Gejala lain ”RESEOLA” ( bintik-bintik kemerahan karena emboli hasil dalam
kapiler kulit ) ( Kapita selekta, kedokteran, jilid 2 ).
F.
KOMPLIKASI
Menurut Sudoyo (2010), komplikasi demam tifoid dapat dibagi
atas dua bagian, yaitu:
1. Komplikasi Intestinal
a.
Perdarahan Usus
Sekitar 25% penderita demam tifoid dapat mengalami
perdarahan minor yang tidak membutuhkan tranfusi darah. Perdarahan hebat dapat
terjadi hingga penderita mengalami syok. Secara klinis perdarahan akut darurat
bedah ditegakkan bila terdapat perdarahan sebanyak 5 ml/kgBB/jam.
b.
Perforasi Usus
Terjadi
pada sekitar 3% dari penderita yang dirawat. Biasanya timbul pada minggu ketiga
namun dapat pula terjadi pada minggu pertama. Penderita demam tifoid dengan
perforasi mengeluh nyeri perut yang hebat terutama di daerah kuadran kanan
bawah yang kemudian meyebar ke seluruh perut. Tanda perforasi lainnya adalah
nadi cepat, tekanan darah turun dan bahkan sampai syok.
2. Komplikasi Ekstraintestinal
a.
Komplikasi kardiovaskuler: kegagalan
sirkulasi perifer (syok, sepsis), miokarditis, trombosis dan tromboflebitis.
b.
Komplikasi darah: anemia hemolitik,
trombositopenia, koaguolasi intravaskuler diseminata, dan sindrom uremia hemolitik.
c.
Komplikasi paru: pneumoni, empiema, dan pleuritis.
d.
Komplikasi hepar dan kandung kemih:
hepatitis dan kolelitiasis.
e.
Komplikasi ginjal: glomerulonefritis,
pielonefritis, dan perinefritis.
f.
Komplikasi tulang: osteomielitis,
periostitis, spondilitis, dan artritis.
g.
Komplikasi neuropsikiatrik: delirium, meningismus, meningitis,
polineuritis perifer, psikosis, dan sindrom katatonia.
G.
PENATALAKSANAAN
1.
Tirah baring atau bed rest.
2.
Diit lunak atau diit padat rendah selulosa
(pantang sayur dan buahan),
kecuali komplikasi pada intestinal.
3. Obat-obat :
a.
Antimikroba :
·
Kloramfenikol 4 X 500 mg sehari/iv
·
Tiamfenikol 4 X 500 mg sehari oral
·
Kotrimoksazol 2 X 2 tablet sehari oral
(1 tablet = sulfametoksazol 400 mg + trimetoprim 80 mg) atau dosis yang sama
iv, dilarutkan dalam 250 ml cairan infus.
·
Ampisilin atau amoksisilin 100 mg/kg BB
sehari oral/iv, dibagi dalam 3 atau 4 dosis.
Antimikroba
diberikan selama 14 hari atau sampai 7 hari bebas demam.
b.
Antipiretik seperlunya
c.
Vitamin B kompleks dan vitamin C
4. Mobilisasi bertahap setelah
7 hari bebas demam.
BAB I
PEMBAHASAN KASUS
A. SKENARIO
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun baru saja dirawat di Bangsal Anak RS. Hasil anamnesis,orang tua anak mengatakan bahwa ia menderita demam khususnya sore dan malam hari sejak 7 hari yang lalu, anak hanya makan sedikit,dalam 3 hari ini tiap makan hanya habis 3 sendok, tetapi mainumnya seperti biasa. Kalau anak beraktivitas turun dari tempat tidur,anak menjadi demam. Keluarga mengatakan bahwa anaknya baru sekali ini dirawat di RS. Orang tua mengatakan bahwa mereka pasrah menerima hospitalisasi anaknya dan menganggapnya sebagai takdir tuhan.
Dari anamnesa kepada anak: anak mengeluh pusing, lemas dan mual. Sudah 4 hari tidak buang air besar. Anak mengeluh nyeri pada perut.
Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan, keadaan umum : Sadar penuh (compos mentis), anak lemah, lidahnya kotor. Hasil pemeriksaan fisik lain menunjukan BB=20kg, TB = 120 cm. Suhu = 39oC. Nadi = 98 kali/menit, respirasi = 24 kali/menit. Tekanan darah = 110/70 mmHg. Turgor kulit kembali segera , membran mukosa lemba. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan : Haemoglobin: 12,2gr/dl, Haematokrit: 37%,trombosit:210.00 / mm3, Leukosit 9500/ul, Salmonela typhi O = 1/160, Salmonela typhi H = 1/80, Salomonela paratyphi = 1/180.
Diagnosis medis Demam Typhoid. Terapi/instruksi medis yang diberikan saat ini : injeksi intravena Kemicetin 4 X 400mg,cairan intravena KaEn 3A 1500 ml/24 jam.
B. KATA KUNCI
1. Kemicetine IV : obat yg digunakan utk mengobati infeksi berat penyakit typhus serta peradangan selaput otak.
2. -Salmonella typhi O : Uji widal utk mendeteksi bakteri salmonella yg menyebabkan penyakit typhoid, menggunakan antigen O somatik & utk memperlihatkan reaksi antibodi.
-Salmonella typhi H : Menggunakan antigen H flagella.
-Salmonella Paratyphi : Infeksi bakteri salmonella yg menyebabkan peradangan usus dan demam paratyphoid.
3. IV KaEn 3A : Untuk menyalurkan dan memelihara keseimbangan air & elektrolit pd keadaan dimana asupan makanan tdk cukup. Mengandung kalium 10 mEq/l.
4. Demam typhoid : penyakit yg terjadi akibat mengkonsumsi makanan yg terkontaminasi oleh infeksi bakteri salmonella typhi.
C. PERTANYAAN PRINSIP DAN JAWABAN PERTANYAAN
1. Kenapa pd kasus typhus kebanyakan demam meningkat pd malam hari ?
a. Jawab : Demam meningkat pd malam hari krn pd malam hari metabolisme tubuh menurun.
2. Apa yg menyebabkan anak menjadi demam ketika beraktivitas/turun dr tempat tidur?
a. Jawab : Krn pd saat beraktivitas menyebabkan berkurangnya energi shg pasien terasa lelah.
3. Apa hubungan demam typhoid menyebabkan anak tidak bisa buang air besar?
a. Jawab : Bakteri salmonella
4. Apa yg menyebabkan lidah anak mjd kotor sedangkan anak jarang makan?
a. Jawab : Krn anak tidak nafsu makan & muntah shg meninggalkan kotoran dimulut, infeksi bakteri salmonella.
5. Apa penyebab anak mjd pusing, lemas, mual dan nyeri pd perut?
a. Jawab : Krn menyerang limpa menyebabkan peradangan usus shg nyeri pd perut dan mual.
6. Tindakan perawat untuk memotivasi keluarga pasien yg pasrah?
a. Jawab : Memotivasi keluarga bahwa masih ada cara penyembuhan, yakin bahwa anak tsb akan sembuh, memberikan edukasi tentang penyakit anak, memberikan pengertian pd keluarga bahwa hospitalisasi tdk menghambat hub.orangtua & anak, orangtua harus memberikan dukungan pd anak.
7. Komplikasi demam typhoid?
a. Jawab : perdarahan, perforasi/lubang pd usus, peritonitis/infeksi selaput rongga perut, tifoid toksik, gangguan mental hebat/penurunan kesadaran, pneumonia, syok septic, kejang.
8. Tanda gejala lain dr demam typhoid?
a. Jawab : perut bengkak, ruam pd tubuh, nyeri otot, batuk kering, berkeringat, sakit kepala, gangguan kesadaran, gangguan saluran pencernaan, pembesaran hati & limpa, BAB berdarah, diare, kembung, muntah, pegal-pegal, demam tinggi.
9. Penatalaksanaan demam typhoid?
a. Jawab : Memberikan diet tinggi serat, tirah baring, hygine diperhatikan terutama mulut, frekuensi makan sedikit tapi sering, makanan lunak.
10. Bagaimana penularan bakteri salmonella?
a. Jawab : Air yg sudah terkontaminasi bakteri, alat yg terkontaminasi bakteri salmonella, tidak mencuci tangan, tinja & urin.
D. TUJUAN BELAJAR/ LO
Demam Typhoid :
1. Untuk mengetahui Definisi
2. Untuk mengetahui Etiologi
3. Untuk mengetahui Patofisiologi
4. Untuk mengetahui Manifestasi klinis
5. Untuk mengetahui Penatalaksanaan medis & non medis
6. Untuk mengetahui Pemeriksaan penunjang
7. Untuk mengetahui Pengobatan
8. Untuk mengetahui Komplikasi
9. Pathways
10. Asuhan Keperawatan
E. INFORMASI TAMBAHAN
PATHWAYS DEMAM TYPHOID
BAB II
PEMBAHASAN TEORI
A. DEFINISI DEMAM TYPHOID
Demam typhoid adalah suatu penyakit infeksi oleh bakteri Salmonella typhii dan bersifat endemik yang termasuk dalam penyakit menular (Cahyono,2010). Demam typhoid atau sering disebut dengan tifus abdominalis adalah penyakit infeksi akut pada saluran pencernaan yang berpotensi menjadi penyakit multi sistemik yang disebabkan oleh salmonella typhi (Muttaqin, A & Kumala, S. 2011).
Demam typhoid atau Typhoid Fever ialah suatu sindrom sistemik terutama disebabkan oleh Salmonella typhi. Demam typhoid merupakan jenis terbanyak dari salmonelosis.Jenis lain dari demam enterik adalah demam paratifoid yang disebabkan oleh S. paratyphi A, S. schottmuelleri (semula S. paratyphi B), dan S. Hirschfeldii (semula S. paratyphi C). Demam Typhoid memperlihatkan gejala lebih berat dibandingkan demam enterik yang lain (Widagdo, 2011).
B. EPIDEMIOLOGI DEMAM TYPHOID
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang dijumpai di seluruh dunia, secara luas di daerah tropis dan subtropis terutama di daerah dengan kualitas sumber air yang tidak memadai dengan standar higienis dan sanitasi yang rendah yang mana di Indonesia dijumpai dalam keadaan endemis (Putra A., 2012).
Dari laporan World Health Organization (WHO) pada tahun 2003 terdapat 17 juta kasus demam tifoid per tahun di dunia dengan jumlah kematian mencapai 600.000 kematian dengan Case Fatality Rate (CFR = 3,5%). Insidens rate penyakit demam tifoid di daerah endemis berkisar antara 45 per 100.000 penduduk per tahun sampai 1.000 per 100.000 penduduk per tahun. Tahun 2003 insidens rate demam tifoid di Bangladesh 2.000 per 100.000 penduduk per tahun. Insidens rate demam tifoid di negara Eropa 3 per 100.000 penduduk, di Afrika yaitu 50 per 100.000 penduduk dan di Asia 274 per 100.00 penduduk (crum,2004). Indisens rate di Indonesia masih tinggi yaitu 358 per 100.000 penduduk pedesaan dan 810 per 100.000 penduduk perkotaan per tahun dengan rata-rata kasus per tahun 600.000 – 1.500.000 penderita. Angka kematian demam tifoid di Indonesia masih tinggi dengan CFR sebesar 10%.
C. ETIOLOGI DEMAM TYPHOID
Menurut Widagdo (2011), penyebab dari demam typhoid adalah salmonella typhi, termasuk dalamgenus salmonella yang tergolong dalam famili enterobacteriaceae. Salmonela bersifat bergerak, berbentuk batang, tidak membentuk spora, tidak berkapsul, gram (-). Tahan terhadap berbagai bahan kimia, tahan beberapa hari/ minggu pada suhu kamar, bahan limbah, bahan makanan kering, bahan farmasi dan tinja.
Salmonela mati pada suhu 54.4º C dalam 1 jam, atau 60º C dalam 15 menit. Salmonela mempunyai antigen O (stomatik), adalah komponen dinding sel dari lipopolisakarida yang stabil pada panas, dan anti gen H (flagelum) adalah protein yang labil terhadap panas. Pada S. typhi, juga pada S. Dublin dan S. hirschfeldii terdapat anti gen Vi yaitu poli sakarida kapsul.
Menurut Sodikin (2011), penyebab penyakit demamtyphoid adalah jenis salmonella thyposha, kuman ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Hasil gram negatif yang bergerarak dengan bulu getar dan tidak berspora.
2. yang terdiri atas zat kompleks lipopolisakarida), antigen H (flagella), dan antigen Vi. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratoriun pasien, biasanya terdapat zat anti (aglutinin) terhadap ketiga macam antigen tersebut.
Bakteri ini berbentuk batang, gram negatif, tidak membentuk spora, motil,berkapsul dan mempunyai flagela (bergerak dengan rambut getar). Bakteri ini dapat hidup sampai beberapa minggu di alam bebas seperti di dalam air, es, sampah dan debu. Bakteri ini dapat mati dengan pemanasan (suhu 600C) selama 15 – 20 menit, pasteurisasi, pendidihan dan khlorinisasi (Rahayu E., 2013).
Manusia terinfeksi Salmonella typhi secara fekal-oral. Tidak selalu Salmonella typhi yang masuk ke saluran cerna akan menyebabkan infeksi karena untuk menimbulkan infeksi, Salmonella typhi harus dapat mencapai usus halus. Sekitar 3-5 persen orang menjadi pembawa bakteri setelah terinfeksi. Sedangkan orang lain yang terinfeksi mampu menderita penyakit yang sangat ringan bahkan tidak tampak sakit. Orang-orang ini dapat menjadi operator bakteri jangka panjang (penular bakteri) meskipun mereka tidak memiliki gejala dan menjadi sumber wabah baru demam tifoid selama bertahun-tahun. Orang yang terinfeksi penyakit akut dapat mencemari pasokan air di sekitarnya.
D. PATOFISIOLOGI DEMAM TYPHOID
Kuman salmonella typhi yang masuk ke saluran gastrointestinal akan di telan oleh sel-sel fagosit ketika masuk melewati mukosa dan oleh makrofag yang ada di dalam laminaprophia. Sebagian dari salmonella typhi ada yang dapat masuk ke usus halus mengadakan invaginasi kejarinagn limfoid usus halus (lakpeyer) dan jaringan limfoid mesenterika.Kemudian salmonella typhi masuk melalui folikel limfa ke saluran limphatik dan sirkulasi darah sistemik sehingga terjadi bakterimia. Bakterimia pertama-tama menyerang sistem retikulo endothelial (RES) yaitu : hati, limpa, dan tulang, kemudian selanjutnya mengenai seluruh organ di dalam tubuh antara lain sistem saraf pusat, ginjal, dan jaringan limpa (Curtis, 2006 dalam Muttaqin & Sari, 2011).
Pada akhir minggu pertama infeksi, terjadi nekrosis dan tukak.Tukak ini lebih besar di ileum dari pada di kolon sesuai dengan ukuran plakpeyer yang ada disana.Kebanyakan tukaknya dangkal, tetapi kadang lebih dalam sampai menimbulkan perdarahan.Perforasi terjadi pada tukak yang menembus serosa.Setelah penderita sembuh, biasanya ulkus membaik tanpa meninggalkan jaringan parut dan fibrosis (Brusch, 2009 dalam Muttaqin & Sari, 2011).
Masuknya kuman kedalam intestinal terjadi pada minggu pertama dengan tanda dan gejala suhu tubuh naik turun khususnya suhu akan naik pada malam hari dan akan menurun menjelang pagi hari. Demam yang terjadi pada masa ini di sebut demam interminten (suhu yang tinggi, naik turun, dan turunnya dapat mencapai normal). Disamping peningkatan suhu tubuh, juga akan terjadi obstipasi sebagai akibat penurunan motilitas suhu, namun hal ini tidak selalu terjadi dan dpat pula terjadi sebalinya. Setelah kuman melewati fase awal intestinal, kemudian masuk ke sirkulasi sistemik dengan tanda peningkatan suhu tubuh yang sangat tinggi dan tanda-tanda infeksi pada ERS seperti nyeri perut kanan atas, splenomegali, dan hepatomegali (Chaterjee, 2009 dalam Muttaqin & Sari, 2011).
Setelah masuk ke saluran cerna dan mencapai usus halus, Salmonella typhi akan ditangkap oleh makrofag di usus halus dan memasuki peredaran darah, menimbulkan bakteremia primer. Selanjutnya, Salmonella typhi akan mengikuti aliran darah hingga sampai di kandung empedu. Bersama dengan sekresi empedu ke dalam saluran cerna, Salmonella typhi kembali memasuki saluran cerna dan akan menginfeksi Peyer’s patches, yaitu jaringan limfoid yang terdapat di ileum, kemudian kembali memasuki peredaran darah, menimbulkan bakteremia sekunder. Pada saat terjadi bakteremia sekunder, dapat ditemukan gejala-gejala klinis dari demam tifoid (Salyers dan Whitt,2002)
E. TANDA DAN GEJALA
Pada minggu pertama gejala klinis penyakit ini ditemukan keluhan dan gejala serupa dengan penyakit infeksi akut lain yaitu demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstipasi atau diare, perasaan tidak enak diperut, batuk dan epistaksis. Pada pemeriksaan fisik hanya didapatkan suhu badan meningkat. Sifat demam adalah meningkat perlahan – lahan terutama pada sore hari hingga malam hari. (Perhimpunan Dokter Spesial Penyakit dalam Indonesia, 2014)
Masa tunas 7-14 hari, selama inkubasi ditemukan gejala prodromal ( gejala awal tumbuhnya penyakit/gejala yang tidak khas ) yaitu:
1. Perasaan tidak enak badan
2. Nyeri kepala
3. Pusing
4. Diare
5. Anoreksia
6. Batuk
7. Nyeri otot
8. Muncul gejala klinis yang lain
Demam berlangsung 3 minggu. Minggu pertama: demam ritmen, biasanya menurun pagi hari, dan meningkat pada sore dan malam hari. Minggu kedua : demam terus. Minggu ketiga : demam mulai turun secara berangsur-angsur, gangguan pada saluran pencernaan, lidah kotor yaituditutupi selaput kecoklatan kotor, ujung dan tepi kemerahan, jarang disertai tremor, hati dan limpa membesar yang nyeri pada perabaan, gangguan pada kesadaran, kesadaran yaitu apatis-samnolen. Gejala lain ”RESEOLA” ( bintik-bintik kemerahan karena emboli hasil dalam kapiler kulit ) ( Kapita selekta, kedokteran, jilid 2 ).
F. KOMPLIKASI
Menurut Sudoyo (2010), komplikasi demam tifoid dapat dibagi atas dua bagian, yaitu:
1. Komplikasi Intestinal
a. Perdarahan Usus
Sekitar 25% penderita demam tifoid dapat mengalami perdarahan minor yang tidak membutuhkan tranfusi darah. Perdarahan hebat dapat terjadi hingga penderita mengalami syok. Secara klinis perdarahan akut darurat bedah ditegakkan bila terdapat perdarahan sebanyak 5 ml/kgBB/jam.
b. Perforasi Usus
Terjadi pada sekitar 3% dari penderita yang dirawat. Biasanya timbul pada minggu ketiga namun dapat pula terjadi pada minggu pertama. Penderita demam tifoid dengan perforasi mengeluh nyeri perut yang hebat terutama di daerah kuadran kanan bawah yang kemudian meyebar ke seluruh perut. Tanda perforasi lainnya adalah nadi cepat, tekanan darah turun dan bahkan sampai syok.
2. Komplikasi Ekstraintestinal
a. Komplikasi kardiovaskuler: kegagalan sirkulasi perifer (syok, sepsis), miokarditis, trombosis dan tromboflebitis.
b. Komplikasi darah: anemia hemolitik, trombositopenia, koaguolasi intravaskuler diseminata, dan sindrom uremia hemolitik.
c. Komplikasi paru: pneumoni, empiema, dan pleuritis.
d. Komplikasi hepar dan kandung kemih: hepatitis dan kolelitiasis.
e. Komplikasi ginjal: glomerulonefritis, pielonefritis, dan perinefritis.
f. Komplikasi tulang: osteomielitis, periostitis, spondilitis, dan artritis.
g. Komplikasi neuropsikiatrik: delirium, meningismus, meningitis, polineuritis perifer, psikosis, dan sindrom katatonia.
G. PENATALAKSANAAN
1. Tirah baring atau bed rest.
2. Diit lunak atau diit padat rendah selulosa (pantang sayur dan buahan),
kecuali komplikasi pada intestinal.
3. Obat-obat :
a. Antimikroba :
· Kloramfenikol 4 X 500 mg sehari/iv
· Tiamfenikol 4 X 500 mg sehari oral
· Kotrimoksazol 2 X 2 tablet sehari oral (1 tablet = sulfametoksazol 400 mg + trimetoprim 80 mg) atau dosis yang sama iv, dilarutkan dalam 250 ml cairan infus.
· Ampisilin atau amoksisilin 100 mg/kg BB sehari oral/iv, dibagi dalam 3 atau 4 dosis.
Antimikroba diberikan selama 14 hari atau sampai 7 hari bebas demam.
b. Antipiretik seperlunya
c. Vitamin B kompleks dan vitamin C
4. Mobilisasi bertahap setelah 7 hari bebas demam.
H.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.
Pemeriksaan Laboratorium.
a. Pemeriksaan Leukosit.
Pada kebanyakan kasus demam typhoid, jumlah leukosit pada sediaan darah tepi dalam batas
normal, malahan kadang terdapat leukositosis, walaupun tidak ada komplikasi
atau infeksi sekunder.
b. Pemeriksaan SGOT dan SGPT.
Jumlah SGOT dan SGPT akan meningkat, tetapi akan kembali
normal setelah sembuh dari demam typhoid.
c. Tes Widal.
Tes widal adalah suatu reaksi aglutinasi antara antigen dan
anti bodi (aglutinin). Aglutinin yang spesifik terhadap salmonella terdapat
dalam serum pasien demam typhoid,
juga pada orang yang pernah ketularan salmonella dan pada orang yang pernah divaksinasi terhadap
demam typhoid.
Anti gen yang digunakan pada tes widal adalah suspensi
salmonella yang sudah dimatikan dan diolah di laboratorium. Maksud tes widal
adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum pasien yang disangka
menderita demam typhoid.
H. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan Laboratorium.
a. Pemeriksaan Leukosit.
Pada kebanyakan kasus demam typhoid, jumlah leukosit pada sediaan darah tepi dalam batas normal, malahan kadang terdapat leukositosis, walaupun tidak ada komplikasi atau infeksi sekunder.
b. Pemeriksaan SGOT dan SGPT.
Jumlah SGOT dan SGPT akan meningkat, tetapi akan kembali normal setelah sembuh dari demam typhoid.
c. Tes Widal.
Tes widal adalah suatu reaksi aglutinasi antara antigen dan anti bodi (aglutinin). Aglutinin yang spesifik terhadap salmonella terdapat dalam serum pasien demam typhoid, juga pada orang yang pernah ketularan salmonella dan pada orang yang pernah divaksinasi terhadap demam typhoid.
Anti gen yang digunakan pada tes widal adalah suspensi salmonella yang sudah dimatikan dan diolah di laboratorium. Maksud tes widal adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum pasien yang disangka menderita demam typhoid.
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN DEMAM THYPOID
A. Pengkajian
Identitas klien
Nama : An.X
Umur : 8 tahun
Pekerjaan : -
Alamat : Gamping
2) Keluhan utama :
Demam sejak 7 hari yang lalu khususnya sore dan malam hari.
3) Riwayat penyakit sekarang :
Anak pusing,lemas dan mual. Sudah 4 hari tidak bisa buang air besar. Anak mengeluh nyeri pada perut
4) Riwayat penyakit dahulu : -
5) Riwayat penyakit keluarga : -
6) Pola-pola fungsi kesehatan
a) Pola nutrisi dan metabolisme
Klien mengalami penurunan nafsu makan karena mual saat makan sehingga makan hanya sedikit (3 sendok perhari)
b) Pola eliminasi
Klien mengalami konstipasi,karena sudah 4 hari tidak buang air besar serta merasakan nyeri pada bagian perut.
c) Pola aktivitas dan latihan
Aktivitas klien terganggu karena harus tirah baring total, agar tidak terjadi komplikasi maka segala kebutuhan klien dibantu. Klien juga mengatakan bahwa jika beraktivitas turun dari tempat tidur anak akan menjadi demam.
d) Pola tidur dan istirahat
Pola tidur dan istirahat terganggu sehubungan peningkatan suhu tubuh.
e) Pola persepsi dan konsep diri
Keluarga pasrah menerima hospitalisasi anaknya dan menganggapnya sebagai takdir Tuhan.
f) Pola sensori dan kognitif
Pada penciuman, perabaan, perasaan, pendengaran dan penglihatan umumnya tidak mengalami kelainan serta tidak terdapat suatu waham pada klien.
g) Pola hubungan dan peran
Hubungan dengan orang lain terganggu sehubungan klien di rawat di rumah sakit dan klien harus bed rest total.
h) Pola penanggulangan stress : -
7) Pemeriksaan fisik
a) Keadaan umum
BB = 20 kg, TB = 120 cm, TTV : suhu = 39oc , Nadi = 98x/menit , tekanan darah = 110/70 mmHg
b) Tingkat kesadaran
Sadar penuh (compos mentis)
c) Sistem respirasi
Respirasi = 24x/menit (Normal)
d) Sistem kardiovaskuler
Haemohlobin,Haematokrit trombosit dan leukosit dalam batas normal
e) Sistem integumen
Turgor kulit kembali segera.
f) Sistem gastrointestinal
Bibir kering pecah-pecah, mukosa mulut lembab, lidah kotor (khas), mual, anoreksia, dan konstipasi, nyeri perut, perut terasa tidak enak.
h) Sistem abdomen
Saat palpasi didapatkan limpa dan hati membesar dengan konsistensi lunak serta nyeri tekan pada abdomen. Pada perkusi didapatkan perut kembung serta pada auskultasi peristaltik usus meningkat.
B. Diagnosa Keperawatan
1. Hipertermi berhubungan dengan penyakit.
2. Nyeri akut berhubungan dengan saluran gastrointestinal.
3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake
yang tidak adekuat.
4. Kontipasi berhubungan dengan asupan cairan yang tidak mencukupi.
5. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan umum.
C. Prioritas Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri akut berhubungan dengan saluran gastrointestinal
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake
yang tidak adekuat.
3. Hipertermi berhubungan dengan penyakit.
D. FORMAT ANALISA DATA
NO |
Sign & Sympton/ data |
Problem |
Etiologi |
1 |
Ds : - Anak mengatakan nyeri pada perut.- Anak sudah 4 hari tidak buang air besarDs : - Sadar penuh ( compos mentis)- Anak tampak lemah |
Nyeri akut |
Saluran gastrointestinal |
2 |
Ds : - Orang tua anak mengatakan anak hanya makan sedikit dalam 3 hari ini tiap makan hanya habis 3 sendok- Anak mengeluh pusing, lemas dan mualDs : - Sadar penuh- Lidah kotor- Anak tampak lemah |
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan |
Intake yang tidak adekuat |
3 |
Ds : - Orang tua anak mengatakan anak menderita demam sejak 7 hari yang lalu, khususnya sore dan malam hari- Jika beraktivitas turun dari tempat tidur, anak menjadi demam.Do : - Suhu : 39oC- Haemoglobin : 12,2 gr/dl- Leukosit : 9500/ui-Salmonella typhi O = 1/160-Salmonella typhi H = 1/80Salomenlla paratyphi = 1/80 |
Hipertermi |
Penyakit |
E. PERENCANAAN KEPERAWATAN
NO |
Hari/Tanggal |
DiagnosaKeperawatan |
Perencanaan |
Rasionalisasi |
Tujuan (NOC) |
Intervensi (NIC) |
1 |
Nyeri akut berhubungan dengan saluran gastrointestinal |
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam, pasien mencapai kontrol nyeri dengan indikator :- mengurangi nyeri 1 menjadi 3- mengenali kapan terjadi nyeri 1 menjadi 3-menggunakan tindakan pencegahan 1 menjadi 2- menggunakan tindakan pengurangan tanpa analgesik 1 menjadi 3-menggunakan analgesik yang di rekomendasikan 1 menjadi 2 |
Aktivitas- aktivitas (1400)- Lakukan pengkajian nyeri komperhensif yang meliputi lokasi,karakteristik,durasi,frekuensi kualitas , intensitas atau beratnya nyeri- Pilih dan implementasikan tindakan yang beragam (misalnya : farmakologi, non formakologi dan interpersonal) untuk memfasilitasi penurunan nyeri, sesuai dengan kebutuhan- Kurangi atau eliminasi faktor-faktor yang dapat yang dapat mencetuskan atau meningkatkan nyeri- Ajarkan prinsip-prinsip manajemen nyeri- Gunakan tindakan pengontrol nyeri sebelum nyeri bertambah berat- Dorong pasien untuk memonitor nyeri dan menangani nyeri |
Untuk mengurangi rasa nyeri serta memberikan kenyamanan |
2 |
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan |
Setelah dilakukan asuhan keperawtan selama 3x24 jam pasien mencapai status nutrisi dengan indikator :- Asupan nutrisi via oral 2 menjadi 4- Energi 2 menjadi 4- Asupan karbohidrat,protein kalori dan vitamin 2 menjadi 4 |
Aktivitas-Aktivitas (1100) – Tentukan status gizi pasien untuk memenuhi kebutuhan gizi-Tentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan- Berikan pilihan makanan sambil menawarkan bimbingan terhadap pilihan makanan yang lebih sehat- Monitor asupan makanan dan kalori-Bantu pasien dalam menentukan pedoman atau piramida makanan yang paling cocok |
Untuk membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien agar seimbang |
3 |
Hipertermi berhubungan dengan penyakit |
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam pasien mencapai masalah Hipertermi dengan indikator :- Penurunan suhu 2 menjadi 4- Penurunan suhu kulit 2 menjadi 4- Melaporkan kenyamanan suhu 2 menjadi 4 |
Aktivitas-aktivitas (3900,- Monitor suhu paling tidak 2 jam sekali, sesuai kebutuhan- Monitor dan laporkan adanya gejala hipertermi- Monitor asupan dan keluaran , sadari perubahan kehilangan yang tak dirasakan- Fasilitasi istirahat, terapkan pembatasan aktivitas |
Untuk memberikan kenyamana dan pencegahan saat terjadi demam kembali |
F. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
NO |
DIAGNOSA KEPERAWATAN |
HARI / TANGGAL |
IMPLEMENTASI |
EVALUASI |
1 |
Nyeri akut berhubungan dengan saluran gastrointestinal |
Selasa,8 Mei 2018Pukul 08.30 WIBPukul 9.30 WIBPukul 11.00 WIBPukul 13.00 WIBPukul 13.00 WIBPukul 15.00 WIB |
- Melakukan pengkajian nyeri komperhensif yang meliputi lokasi,karakteristik,durasi,frekuensi kualitas , intensitas atau beratnya nyeri- Memilih dan Mengimplementasikan tindakan yang beragam (misalnya : farmakologi, non formakologi dan interpersonal) untuk memfasilitasi penurunan nyeri, sesuai dengan kebutuhan- Mengurangi atau mengeliminasi faktor-faktor yang dapat yang dapat mencetuskan atau meningkatkan nyeri- Mengajarkan prinsip-prinsip manajemen nyeri- Menggunakan tindakan pengontrol nyeri sebelum nyeri bertambah berat- Mendorong pasien untuk memonitor nyeri dan menangani nyeri |
S : Pasien mengatakan nyeri pada perut dan sudah tidak BAB selama 4 hariO : Anak tampak lemah dan kesadaran compos mentisA : Masalah keperawatan Nyeri akut teratasi sebagianP : Akan dilakukan pengkajian kembali terkait rasa nyeri yang dirasakan selama 2x24 jam kedepan |
2 |
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan |
Selasa, 8 Mei 2018Pukul 08.30 WIBPukul 9.30 WIBPukul 11.00 WIBPukul 13.00 WIB |
– Menentukan status gizi pasien untuk memenuhi kebutuhan gizi-Menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan- Memberikan pilihan makanan sambil menawarkan bimbingan terhadap pilihan makanan yang lebih sehat- Memonitor asupan makanan dan kalori-Membantu pasien dalam menentukan pedoman atau piramida makanan yang paling cocok |
S : Orang tua mengatakan anak hanya makan sedikit dalam 3 hari ini tiap makan hanya habis 3 sendokO : Sadar penuh dan anak tampak lemahA : Masalah keperawatan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan teratasi sebagianP : Akan dilakukan monitor terkait status gizi dan intake nutrisi kepada pasien |
3 |
Hipertermi berhubungsn dengan penyakit |
Selasa, 8 Mei 2018Pukul 08.30 WIBPukul 09.30 WIBPukul 13.00 WIB |
- Memonitor suhu paling tidak 2 jam sekali, sesuai kebutuhan- Memonitor dan laporkan adanya gejala hipertermi- Memonitor asupan dan keluaran , sadari perubahan kehilangan yang tak dirasakan- Memfasilitasi istirahat, terapkan pembatasan aktivitas |
S : Orang tua anak mengatakan anak menderita demam sejak 7 hari yang lalu, khususnya sore dan malam hariO : Suhu tubuh 39oCA : Masalah keperawatan Hipertermi teratasi sebagianP : Akan dilakukan monitor suhu selama 2x24 jam kedepan |
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Demam typhoid atau sering disebut dengan tifus abdominalis adalah penyakit infeksi akut pada saluran pencernaan yang berpotensi menjadi penyakit multi sistemik yang disebabkan oleh salmonella typhi (Muttaqin, A & Kumala, S. 2011). Menurut Widagdo (2011), penyebab dari demam typhoid adalah salmonella typhi, termasuk dalamgenus salmonella yang tergolong dalam famili enterobacteriaceae. Salmonela bersifat bergerak, berbentuk batang, tidak membentuk spora, tidak berkapsul, gram (-). Kuman salmonella typhi yang masuk ke saluran gastrointestinal akan di telan oleh sel-sel fagosit ketika masuk melewati mukosa dan oleh makrofag yang ada di dalam laminaprophia. Sebagian dari salmonella typhi ada yang dapat masuk ke usus halus mengadakan invaginasi kejarinagn limfoid usus halus (lakpeyer) dan jaringan limfoid mesenterika. Masuknya kuman kedalam intestinal terjadi pada minggu pertama dengan tanda dan gejala suhu tubuh naik turun khususnya suhu akan naik pada malam hari dan akan menurun menjelang pagi hari. Demam yang terjadi pada masa ini di sebut demam interminten (suhu yang tinggi, naik turun, dan turunnya dapat mencapai normal).
B. SARAN
Penatalaksanaan pada pasien dengan demam thypoid ini harus dilakukan dengan semaksimal mungkin agar tidak terjadi komplikasi yang berlanjut seperti perdarahan usus dan perforasi usus yang dapat menyebabkan kegawatan pada pasien. Asuhan keperawatannya juga harus sesuai dengan kondisi kegentingan yang ada pada pasien tersebut, yaitu prioritas diagnosa yang ditegakan harus sesuai dengan apa yang harus di prioritaskan. Pasien dengan demam thypoid ini memiliki tingkat anoreksia yang tinggi sehingga menyebabkan intake asupan nutrisi kepada pasien akan berkurang kemudian akan menjadi ketidakseimbangan nutrisi pada pasien.
DAFTAR PUSTAKA
-. (2016, - -). resipatory umy. Retrieved mei 10, 2018, from resipatory.umy.ac.id: http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/15544/6.BAB%20II.pdf?sequence=6&isAllowed=y
hidayat, I. n. (2016, - -). ump website. Retrieved mei 10, 2018, from resipatory.ump.ac.id: http://repository.ump.ac.id/1088/3/ISNAENI%20NURUL%20HIDAYATI%20BAB%20II.pdf
Langganan:
Postingan (Atom)